[FF Romance One Shoot] Overdose (Behind Our Pain)

cover

 

 

 

Main Cast :

N VIXX as Cha Hackyeon

Seung Ah Rainbow as Kim Seung Ah

Ken VIXX as Jaehwan

Other Cast :

Member of VIXX as him self

CEO Jelly Fish Entertainment

[Author POV]

My Dol. Sebuah acara televisi yang menampilkan para trainee dari Jelly Fish Entertainment. Di dalam acara itu para penonton bebas menentukan siapa dari mereka yang akan debut. Hanya 6 dari 10 trainee yang dapat debut dan melihat bagaimana dunia para bintang hallyu.

“Cha Hackyeon-ssi?”

“Ne sajangnim”

“Kau yang paling tua di antara mereka kan? Kami memutuskan untuk kau menjadi leader sementara dari para trainee”

“Gamshahamnida sajangnim”

“Kami percaya padamu dan kau harus memantau mereka”

“Ne”

Cha Hackyeon, leader. Dia adalah yang tertua di antara para trainee tidak hanya itu, Hackyeon mempunyai jiwa kepemimpinan yang besar. Ia dapat mengontrol segala sesuatu yang dilakukan oleh para trainee.

“Hyung! Hackyeon Hyung !” namja berwajah cute mendatanginya

“Jaehwan-ah?”

“Hyung, wae gurae? Mengapa sajangnim memanggilmu?”

“Ah ini bukan hal baru, kau tau aku menjadi leader karena aku yang tertua”

“Ohh arra arra, kau memang hebat hyung. Hyung ayo kita makan siang bersama”

“Baiklah ayo”

[Hackyeon POV]

Aku adalah salah satu trainee dalam My Dol, kalian tau hidupku sangat berat karena kami harus bersaing di depan para penonton agar dapat debut. Yang lebih berat ialah bagaimana nasib kami jika kami tereliminasi, apakah kita harus mengulang? Ataukah kita tidak akan pernah debut? Dan bagaimana pandangan orang jika melihat kami.

“Hyung kau mau makan apa?”tanya Jaehwan.

“Sama denganmu Jaehwan-ah”

“Arraseo”

“Cha Hackyeon!” seseorang memanggilku.

“Oh Seungah-ssi?”

“Yaa! Kenapa kau memanggilku ssi? Panggil aku Seungah ! Annyeong Jaehwan-nie!”

“Annyeong Noona !”

Kim Seungah. Yeoja chinguku, mungkin kalian bertanya bagaimana bisa aku menjadi sepasang kekasih dengannya di detik-detik debutku tapi aku juga tidak tau mengapa, aku hanya menyayanginya. Kami terpaut 2 tahun, Seungah lebih tua dariku tapi dia bertingkah seperti dia seorang yang lebih muda dariku.

[Seungah POV]

Yah Cha Hackyeon adalah namjachinguku. Sudah 2 tahun kami menjalin hubungan. Sungguh aneh bertemu dengannya di sebuah rumah makan seperti ini karena biasanya kami bertemu di supermarket terdekat dan lewat ponsel. Kami menjalin hubungan diam-diam, hanya aku, Hackyeon, dan Jaehwan yang tau.

“Jaehwan-nie apakah kau makan dengan baik? Apakah dia berlaku baik padamu?”

“Ani noona ! dia terkadang memarahiku tanpa kesalahan”

“Yaa! Jaehwan-ah, kau tau kan itu berat untuk mengatur 9 orang laki-laki yang liar” ucap Hackyeon membela diri.

“Arraseo arraseo! Kau memang hebat hyung”

“Seungah, apakah nanti malam kau ada waktu untuk makan malam?”

“Oh selama itu di super market dekat dorm aku pasti bisa”

“Baiklah jam 7”

“Arraseo”

Beginilah hubungan kami. Dingin. Aku tidak tau yang Hackyeon pikirkan, dia tidak pernah berkata pikirannya pada siapapun. Aku selalu takut jika dia merasa terbebani olehku terkadang aku merasa dia lebih tertarik dengan yeoja yang lebih muda darinya.

[Author POV]

Dua namja dan seorang yeoja itu makan bersama disebuah rumah makan kecil, mereka terlihat canggung satu sama lain, termasuk Jaehwan yang hanya seorang ‘dongsaeng’. Dia merasa tidak enak karena dia berpikir dia mengganggu Seungah dan Hackyeon.

“Baiklah Seungah aku dan Jaehwan akan pergi dulu. Kami harus segera berlatih”

“Ne, berusaha keraslah untuk debut”

Yeoja tersebut hanya tinggal sendiri, ia menghembuskan nafas berat. Sedangkan dua namja tadi sudah sampai di tempat mereka latihan karena memang jarak antara rumah makan dan ruang latihan tidak jauh.

“Hey, apakah kalian istirahat cukup?”

“Ne, Hyung” jawab Sembilan orang namja bersamaan.

“Baiklah, kajja ayo kita latihan kita punya 4 jam sampai jam 7”

“Ne!”

Mereka berlatih keras untuk dapat debut, sekarang mereka sedang latihan untuk dance. Dance adalah hal penting untuk sebuah boyband yang disiapkan untuk debut. Lagu yang mereka pilih adalah Chris Brown – Wet The Bed. Hackyeon sebagai leader memimpin gerakan mereka.

@18.30 KST

“Kalian sudah lelahkan? Kita berhenti sampai di sini, tapi terus latih gerakan dance kalian. Terutama kau Jaehwan!”

“Ne, Hyung”

“Bersiaplah untuk pulang ke dorm, jangan ada yang ketinggalan”

“Hyung ! kau akan bertemu dengan Seungah Noona?” Jaehwan mendatangi Hackyeon.

“Ehm, kami akan bertemu di super market dekat dorm”

“Tidak bisakah kau tidak pergi?”

“Yaa! Ada apa denganmu? Aku sudah lama tidak bertemu dengannya, aku rindu padanya”

“Arraseo”

Jaehwan berjalan menuju ruang ganti dengan menunduk lesu dan dia memikirkan sesuatu agar keadaan sesuai dengan harapannya. Dia melihat kacang milik Sanghyuk yang tergeletak di sebelah tasnya, akhirnya Jaehwan memakannya.

Beberapa saat kemudian~

“Hyung ! Hackyeong Hyung!”

“Sanghyuk-ah ada apa?”

“Jaehwan Hyung !”

[Hackyeon POV]

“Jaehwan Hyung !”

Mendengar nada bicara Sanghyuk yang panik, hatiku berubah menjadi tidak tenang. Aku bertanya-tanya apa yang terjadi pada Jaehwan?. Aku berlari menuju ruang ganti dan aku menemukan Jaehwan yang sesak napas di lantai. Member lain bingung untuk berbuat apa.

“Yaaa! Apa yang kalian lakukan? Pangill 911 sekarang !” aku berteriak pada yang lain.

“Ne Hyung”

Mereka memanggil 911 dan beberapa saat kemudian ambulance datang untuk menjemput Jaehwan. Sebagai leader yang bertanggung jawab aku ikut menuju Rumah Sakit, aku bersama Taekwon dan Hongbin. Sedangkan yang lain pulang menuju dorm.

@21.00 KST

Jaehwan harus dioperasi karena alerginya pada kacang, ia tidak bisa bernafas karena saluran pernafasannya tertutup. Sekarang jam 9 malam, yah Sembilan malam. Tunggu Seungah !!

“Seungah-ssi kenapa kau tidak menjawab teleponku? Ayo cepatlah jangan menungguku”

Seungah tidak menjawab teleponku, dia tidak membawa ponselnya. Hatiku tidak tenang karena kemungkinan besar dia masih menungguku. Aku putuskan untuk menuju Super Market dan benar saja dia masih ada di sana.

[Seungah POV]

Jam Sembilan malam, Hackyeon belum ada di sini. Aku rasa dia mempunyai sedikit urusan sehingga dia harus telat 2 jam. Ayolah dia bukan tipe orang yang mengingkari janjinya. Sebentar lagi dia pasti datang.

“Seungah-ssi! kenapa kau masih menungguku hah? Bagaimana jika ada seorang yang berniat jahat padamu?” ia berteriak padaku.

“Aku…aku…gwenn..”

Tiba-tiba dia memelukku, nafasnya tersenggal-senggal karena berlari. Inilah yang membuatku jatuh padanya, selalu membuatku merasa aman. Kami memutuskan untuk langsung pulang tanpa makan malam. Dia ada di depanku, ingin rasanya aku menggenggam tangannya tapi aku tidak punya keberanian untuk itu.

“Jangan hanya memandang tanganku. Kajja” ia menggandeng tanganku.

“Gomawo Hackyeon-ssi !”

“Lain kali jika aku terlambat, jangan menungguku karena sesuatu yang buruk mungkin terjadi padamu”

“Aku akan terus menunggumu karena aku tau kau akan datang dan jika ada sesuatu yang buruk terjadi pasti kau akan datang untukku”

Hackyeon berbalik dan sedikit melotot padaku menandakan aku harus mematuhi apa yang dia minta.

“Arra, arraseo. Tapi kau harus selalu datang jangan terlambat”

“Hmm. Lusa adalah episode pertama My Dol, kau harus menontonnya”

“Ne”

[Author POV]

Pagi itu sepuluh trainee sudah bersiap-siap untuk syuting sebuah clip perkenalan untuk My Dol. Jaehwan yang kemarin baru kembali dari rumah sakit juga sedang mempersiapkan diri untuk syuting.

“Jaehwan-ah, gwenchana?”

“Ne Hackyeon Hyung, nan gwenchana”

“Lain kali kau tidak boleh makan kacang”

“Arraseo, aku tidak ingin dioperasi lagi” Jaehwan tersenyum.

Mereka sudah sampai di lokasi syuting. CEO mereka mengundang seorang artis cantik Kim Yoo Jung, mereka sangat senang karena kedatangan orang seperti itu. Dia cantik dan bertalenta juga sopan.

“Kim Yoo Jung-ssi, nan Leader of My Dol. Panggil aku N”

“Ne, mohon bantuannya”

“Ne, sama-sama”

Kim Yoo Jung dan para trainee memulai syuting. Yoo Jung sedang memainkan perannya di dalam clip. Sedangkan para trainee masih menunggu. Tiba-tiba CEO Jelly Fish memanggil Hackyeon untuk menghadapnya.

“Sajangnim, apa yang harus aku lakukan?”

“Setelah bagian Yoo Jung selesai, kalian harus memberinya permen ini sebagai tanda terima kasih”

“Ne, sajangnim”

[Hackyeon POV]

Permen? Ayolah mengapa dia menyuruhku untuk memberikan permen? Bukankah itu sedikit…aneh? Ah mungkin ini hanya untuk berterima kasih pada Yoo Jung seperti kata CEO dan karena dia masih terhitung belum dewasa maka kami harus memberinya permen.

“Yoo Jung-ah, karena syuting selesai kami akan memberimu hadiah. Pilih salah satu dari permen yang dibawa member”

“Baiklah”

Dia mengambil permen dariku lalu mengambil permen dari Jaehwan karena dia menunjukkan suaranya pada Yoo Jung, kemudian ia mengambil semua permen yang kami beri.

“Karena syuting sudah berakhir, kalian boleh pulang lebih awal” ucap CEO.

“Gamshahamnida sajangnim” kata kami bersamaan.

Karena kami pulang lebih awal, aku memutuskan untuk menemui Seungah dan aku berencana bertanya padanya tentang bagaimana penampilan pertama kami di televisi. Namun kalian tau dalam perjalanan menuju rumahnya aku bertemu Seungah yang menundukkan kepalanya, ia terlihat menghindariku.

“Seungah-ssi !”

[Seungah POV]

Itu Hackyeon. Aku membencinya, dia memintaku untuk menonton My Dol hanya karena ia ingin memamerkan kemesraannya dengan artis canti itu. Aku membencinya karena dia tidak pernah seperti itu padaku, mungkin dia akan memintaku untuk berpisah.

“Seungah-ssi !”

“Yaa! Seungah-ssi, kenapa kau melakuka ini padaku huh?” ia memegang tanganku.

“Kau ingin berpisah? Baiklah kajja, aku sudah tidak tahan”

“Mwo? Keundae, wae?”

“Seungah-ssi ! Wae?” dia mempertegas pertanyaannya

“Aku tau kau suka yeoja yang lebih muda darimu, aku tau kau hanya kasian padaku. Tapi jika kau ingin berpisah kenapa kau menunjukkan dengan tidak pantas?”

“Mwo apa yang kau maksud?”

“Kau memberinya permenkan? Sudahlah ayo kita berpisah”

“Hahaha permen itu? Ayolah itu hanya haha permen”

Dia tertawa terbahak-bahak sedangkan mataku mulai panas, hatiku terasa sakit dan lututku terasa letih. Perlahan aku menjatuhkan diriku ke bawah, aku sudah tidak tahan. Aku tidak bisa menahan air mataku lagi aku menangis sejadi-jadinya melampiaskan emosiku.

[Hackyeon POV]

Wae? Seungah menangis? Apa yang salah dengan permen itu? Apakah dia cemburu dengan itu? Ayolah itu hanya sebuah permen, dia bukan tipe orang yang mudah cemburu tapi kenapa sekarang dia….?

“Yaa! Apakah kau cemburu?”

“Aniyo ! aku hanya merasa kau sudah bosan denganku, kau tidak pernah memberiku hal-hal seperti itu tapi kau dengan mudah memberikannya pada yeoja itu !”

“Seungah-ssi, uljima, mianhe, aku kira kau tidak suka dengan hal-hal seperti itu”

Aku memeluknya dengan erat, aku baru saja merasa bersalah karena kejadian itu. Sebelumnya aku tidak tau jika Seungah suka dengan hal-hal manis seperti permen, yang aku tau dia hanyalah yeoja yang selalu membuatku tenang sehingga aku mengabaikan hatinya.

“Uljima, aku tidak akan melakukan itu lagi. Seharusnya kau mengatakan segala yang ada di pikiranmu sehingga aku dapat mengetahuinya”

“Mian, aku hanya terobsesi padamu. Aku terlalu obsesi padamu sehingga hal sekecil itu membuatku marah” ucapnya lirih

“Arraseo, kau mulai menunjukkan dirimu, itu baik”

Setelah Seungah menangis, aku mengantarnya ke rumah agar ia dapat beristirahat karena dia terlihat lelah. Aku senang Seungah menangis seperti itu karena dia menunjukkan bagaimana perasaannya, selama ini aku selalu bingung bagaimana memperlakukannya karena dia hanya selalu tersenyum dan diam.

[Jaehwan POV]

Dasar yeoja. Aku tidak suka seorang yeoja, mereka terlalu lemah dan selalu menangis jika sesuatu yang buruk menimpa mereka. Aku sangat tidak suka yeoja seperti Seungah, lemah-pencemburu- dan selalu mengganggu.

“Hyung, kau baru saja bertemu Seungah noona?” aku menepuk bahu Hackyeon.

“Ehm. Apa yang kau lakukan disini?”

“Aku dan Taekwon baru saja ke Super market untuk membeli beberapa makanan, tapi dia meninggalkanku begitu saja”

“Dia namja yang dingin dan selalu diam”

Untuk yang sebenarnya, hanya Taekwon yang opergi ke super market. Aku mengikuti Hackyeon dari dorm, aku hanya ingin tau apa yang dia lakukan tapi aku malah menemukan Seungah yang menangis karena cemburu.

“Oh Hyung, tadi CEO menghubungiku dia memintamu untuk menemuinya besok”

“Baiklah”

[Author POV]

Hackyeon menemui CEO di ruangannya. Dia tidak tau apa yang akan dibicarakan dengan orang yang telah membuatnya jadi leader itu, Ia hanya menerka-nerka apa yang akan dibicarakan CEO-nya itu.

“Cha Hackyeon-ssi?”

“Ne, Sajangnim. Musuniriya?”

“Sebenarnya aku tau bahwa 2 tahun terakhir kau berkencan dengan seorang gadis, aku tidak akan bertele-tele. Bukankah kau tau bahwa idol harus menjaga perasaan fans-nya?” kata CEO mengawali

“Ne”

“Aku memintamu untuk berpisah dengan yeoja itu, karena aku sudah memutuskan untuk debutmu bersama 5 member lain”

“Keundae, wae? bisakah aku tetap menjalin hubungan dengannya sampai hari debutku? Sajangnim, aku sangat mencintainya”

“Baiklah jika itu maumu, tapi kau harus berpisah cepat atau lambat”

Sejenak pikiran Hackyeon tidak bisa fokus pada pembicaraan, di kepalanya hanya ada bayangan Seungah yang tersenyum dan menangis. Menjadi entertainer adalah mimpinya tapi Seungah adalah semangatnya, dia tidak bisa melepasnya. Sedangkan di sisi lain CEO bergumam pada dirinya sendiri.

“Jika kau tidak bisa maka dia yang harus melakukannya”

[Hackyeon POV]

Bisakah aku berpisah dengannya? Dia adalah semangatku, dialah selalu orang pertama yang aku pikirkan. Haruskah aku meraih mimpiku tanpa semangat? Atau aku harus meraih semangat untuk meraih mimpiku yang lain?

“Hyung aku rasa kau harus berpisah dengannya” ucap Jaehwan tiba-tiba

“Mwo?” aku memandangnya

“Sasil (sebenarnya) aku yang memberitahu CEO tentang hubunganmu, karena kau taukan kita akan segera deb..”

Belum selesai Jaehwan bicara, aku segera meremas kerah kemeja yang dipakainya. Aku merasa murka padanya, aku merasa marah.

“Katakan itu lagi dan aku akan memukulmu !”

“Hyung ! kau tau aku melakukan ini karena aku menyukaimu”

“Aku tau tapi tidak harus seperti ini !”

Aku tidak bisa lagi berhadapan dengan Jaehwan lagi, aku rasa aku akan benar-benar memukulnya jika aku terus berhadapan dengannya. Namun Jaehwan tetap berbicara.

“Hyung ! aku menyukaimu bukan seperti yang kau pikirkan, aku mencintaimu Hyung! Saranghae !”

“Mwo?” aku membalik badanku dan menunjukkan ekspresi kaget.

“Saranghae, kau tau aku memakan kacang karena aku tidak ingin kau bertemu dengannya. Aku sudah membujukmu tapi kau tetap ingin bertemu dengannya”

Apakah ini mimpi? Jaehwan adalah seorang gay? Aku tidak menyadari ini sebelumnya, apa yang harus aku lakukan? Sekarang aku hanya bisa meninggalkan Jaehwan yang terdiam di tempatnya berdiri.

[Author POV]

CEO dari Jelly Fish memutuskan untuk menemui Seungah dan memohon padanya agar Seungah dapat melepas Hackyeon. Hati Seungah sakit ketika mendengar kata berpisah, namun di sisi lain dia tidak mau Hackyeon melepas mimpinya hanya untuk dirinya.

“Aku tidak akan memisahkan kalian begitu saja, sesuatu sudah kusiapkan” ucap CEO dengan gampangnya.

“Apa yanga anda siapkan?” Kata Seungah berusaha tegar.

“Aku akan memberikan surat rekomendasi pada agensi lain agar kau debut, kau hanya perlu berusaha keras. Dengan begitu cepat atau lambat kau akan bertemu Hackyeon, walau tidak langsung”

“Baiklah saya setuju”

Dengan berat hati Seungah menerima tawaran CEO itu. Hatinya sakit tapi akan lebih sakit jika Hackyeon tidak bisa debut karenanya, dengan tawaran itu ia yakin akan bertemu dengannya lagi.

[Seungah POV]

Hari ini 13 Mei, aku akan memutuskan berpisah dengan Hackyeon. Aku berusaha berpikir bagaimana berkata di depannya, aku juga berusaha mengendalikan emosiku agar aku tidak akan menangis di depannya.

“Annyeong Seungah-ssi, kenapa kau tiba-tiba ingin bertemu denganku?”

“Aku ingin mengatakan sesuatu”

“Apa itu? Katakan sekarang juga”

“Mari kita berpisah”

Dia terdiam. Menatapku penuh arti, mencoba mencari alasan mengapa aku mengatakan ini.

“Aku memintamu untuk berpisah, karena aku juga seorang trainee. Aku akan segera debut dan aku harus berpisah denganmu”

“Apakah itu alasan yang sebenarnya? Ataukah CEO datang padamu? Atau Jaehwan?”

“Aniyo, ini memang benar. Aku harus berpisah denganmu. Jebal !”

[Hackyeon POV]

Bukankah ini terlalu tiba-tiba? Mengapa dia mengatakan hal yang tidak masuk akal? Dia juga seorang trainee? Selama ini dia berbohong padaku bahwa dia hanya seorang penjaga super market? Wae?

“Baiklah mari kita berpisah, mari kita bersikap seperti tidak ada apa-apa di antara kita”

Akhirnya aku memutuskan untuk berpisah karena hubungan ini tidak akan berhasil.

[Seungah POV]

3 tahun kemudian.

Kejadian itu sudah lama berlalu tapi hatiku tetap merasa tidak rela untuk berpisah dengannya. Namun aku yakin dia sudah bisa melupakanku, karena sekarang dia bisa mencium yeoja lain seperti yang dilakukannya di MV ‘Brian Joo – Let This Die’ dan acara lain.

Kami terkadang bertemu tapi seolah tidak mengenalku dia hanya berlalu di depanku. Aku tidak berani untuk menanyakan bagaimana kabarnya sehingga aku selalu mencarinya di Internet.

Tapi aku lega karena sekarang aku bisa melihatnya bernyanyi dan menari di atas panggung sebagai seorang bintang.

Dia bukan Hackyeon yang dulu sekarang dia adalah N.

[Hackyeon POV]

Hatiku sungguh sakit ketika Seungah mengikuti reality show dengan judul ‘Romantic and Idol’ itu, aku rasa dia melupakanku dengan cepat. Aku yakin dia benar-benar berkencan dengan JB.

Terkadang aku bertemu dengannya. Aku berusaha untuk lewat di depannya dan berharap dia menyapaku sehingga aku bisa tau kalau dia masih ingat denganku. Seperti yang kalian tau, aku sering untuk menontonnya di televisi hanya untuk melihatnya berdiri di atas panggung.

Aku lega dia menjadi seorang yang bersinar di atas panggung.

_____________________________________________

Other FF :

The Wizard Spell

Break Down

Let This Die (Our Story)

 

3 thoughts on “[FF Romance One Shoot] Overdose (Behind Our Pain)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s