[FF-Romance One Shoot] Let This Die (Our Story)

 

FF COVER

Main Cast :

Leo VIXX as Jung Taekwon (Leo)

Hyejoong AOA as Shin Hyejoong

Kris EXO as Kris

Other Cast :

VIXX’s member as him self in real world

AOA’s member as her self in real world

 

[Epilog]

April, 21 2010

“Taekwon-ah. Taekwon ah~~” yeoja itu berkali-kali memanggil sebuah nama.

“Ya! Tidak bisakah kau berhenti berjalan dan memperdulikanku?” yeoja itu berbicara sendiri lagi

Yeoja itu terus mengikuti seorang namja yang tidak memperdulikannya. Dia terus bergumam pada dirinya sendiri sampai namja yang dia ikuti berhenti dan berbalik.

“Jangan mengikutiku!” kata namja itu dingin.

[Hyejoong POV]

Di sini, aku adalah pengganti. Kalian pasti bertanya mengapa aku adalah seorang pengganti. Aku ingin memberitahu kalian, tapi ini bukan waktu yang tepat untuk memberitahu kalian.

“Leo ya~~”

Aku menyapanya, dia yang sedang duduk menatap keluar jendela. Seperti biasa dia tidak bisa langsung merespon sapaanku. Selangkah demi selangkah aku menuju padanya, aku menyentuh bahunya lalu dia menatapku.

“Hyejoong?” raut muka Leo terlihat sumringah

“Ne, nan Hyejoong-ssi”

“Kemana saja kau selama ini? Nan kitaryo (aku menunggu) diss…sssiii….”

Taekwon tidak melanjutkan bicaranya, raut mukanya berubah. Ia terlihat marah, tubuhnya yang tinggi tiba-tiba terbangun lalu jari-jarinya yang panjang mencengkeram kerah bajuku.

“Kauu.. bukan Hyejoong!” Dia mengangkat tubuhku.

“Nan..Hyejoong ! Shin Hyejoong”

Dia terlihat sangat marah, matanya yang tajam terus menatapku. Detik berikutnya Taekwon melemparku ke lantai dengan keras dan aku tidak dapat merasakan tubuhku lagi.

——————

“Leo ya~~ !”

Aku terbangun tiba-tiba, keringat mengucur deras dari dahiku. Tersadar lalu merenung. Ya, aku baru sadar jika kejadian itu tadi adalah sebuah mimpi namun mimpi itu aku yakin cepat atau lambat akan terjadi. Tapi aku sangat takut jika itu terjadi.

[Author POV]

Seorang yeoja membawa sebuah mantel dan sebuah kunci dengan tangannya. Ia membuka pintu sebuah mobil keluaran terbaru. Ia menghembuskan nafas berat sebelum menginjak pedal. Matanya yang dikelilingi warna hitam, Wajahnya yang terlihat lelah serta rambut panjangnya yang diikat keatas menunjukkan betapa khawatir ia tentang sesuatu.

Hyejoong berhenti disebuah tempat. Tidak terlalu banyak orang namun penjagaannya ketat, ‘Rumah Sakit’. Ia mulai memijakkan kakinya dan memasuki sebuah ruangan.

“Jung Taekwon-ssi?” ia mulai bersuara

“Jung Taekwon-ssi?”

Sekali, dua kali, tiga kali, empat kali, namja bernama Jung Taekwon itu tidak menjawab.

“Leo yaa?”

Namja itu langsung menoleh ke tempat suara itu berasal. Hyejoong tersenyum lembut dan berjalan kearah namja itu.

“Kenapa kau tidak menjawab jika seseorang memanggil nama aslimu huh?”

“Aku suka nama panggilan darimu, Leo. Kenapa kau kemarin tidak datang ke sini?”

“Ya apakah kau kira aku tidak punya pekerjaan?”

Taekwon mengangkat bahunya, lalu memeluk Hyejoong sebentar.

“Kau bawa sesuatu? Aku mencium sesuatu”

“Ah ne aku lupa, aku membawakanmu kue. Apakah kau senang?”

“Choa!”

Lalu mereka berdua memakan kue yang dibawa Hyejoong untuk Taekwon.

[Hyejoong POV]

Aku senang. Walau aku bukan diriku, aku bahagia untuk hidup di samping Taekwon. Kalian mungkin bertanya apa yang terjadi padanya hingga dia berakhir disebuah ‘Rumah Sakit’ seperti ini. Namun cepat atau lambat kalian akan mengerti.

*Flashback on

“Uisa. Apakah ada perkembangan dengan kondisi jiwanya?”

“Masih belum. Kami tim dokter belum bisa memastikan kondisi jiwanya. Kau tau kan kami kesulitan untuk mendekatinya, hanya kau yang diterimanya”

“Ne, lalu bagaimana dengan ingatannya? Apakah dia akan bisa ingat semuanya?”

“Jika anda, Hyejoong-ssi bertanya pendapat saya sebagai seorang uisa. Saya akan menjawab bisa, suatu saat”

Ya ! benar Taekwon menderita penyakit jiwa. Dia mengidapnya karena shock pasca kecelakaan. Kecelakaan yang membawa diriku yang sekarang. Taekwon dan aku mengalami kecelakaan di Busan, kami menabrak sebuah truck bermuatan. Dari kecelakaan itu Taekwon mengalami patah tulang dan aku mengalami koma.

*Flashback off

“Leo-ah, aku pergi bekerja dulu ok?”

“Aniyo andwae, kau tidak boleh pergi”

“Hanya sebentar, aku pasti akan kembali. Ahh~ aku akan mampir setelah pulang kerja”

“Jinjja?”

“Neee~~”

[Taekwon POV]

Aku takut. Aku takut ketika Hyejoong pergi. Aku takut ia akan pergi seperti dulu setelah kecelakaan terjadi. Dulu setelah aku bangun dari kecelakaan, banyak orang yang bilang jika Hyejoong suka pergi untuk selamanya. Dan itu membuatku jadi seperti ini namun beberapa bulan kemudian, 2 Mei 2013 muncul dihadapanku. Perkataan orang lain tentang Hyejoong tidak pernah benar.

“Hanya sebentar, aku pasti akan kembali. Ahh~ aku akan mampir setelah pulang kerja”

“Jinjja?”

“Neee~~”

Melihat punggung Hyejoong yang menjauh dariku, hatiku rasanya tidak tenang dan kepalaku terus berpikir bagaimana jika laki-laki lain merebut hatinya lalu ia pergi dariku.

Kulihat punggung Hyejoong lagi. Seaakan Hyejoong tahu apa yang kupikirkan, ia berbalik dan tersenyum tulus padaku. 5 detik kemudian ia pergi dari pandanganku.

“Hyejoong-ah saranghae !” kataku lirih.

[Author POV]

Seperti biasa setelah mengunjungi Taekwon, Ia berangkat untuk bekerja. Hyejoong adalah lulusan Universitas Korea, walaupun dia termasuk orang jenius dan banyak perusahaan asing yang menawarinya pekerjaan, ia memilih tetap di Korea dan bekerja sebagai seorang akuntan disebuah perusahaan. Alasannya satu, Jung Taekwon.

“Josonghamnida, Saya terlambat manajer” ia menundukkan kepalanya.

“Kau tidak boleh terlambat lagi, sudah berkali-kali aku menutupi keterlambatanmu dari direktur”

“Ne, saya tidak akan terlambat lagi manajer”

Hyejoong menuju tempat duduknya, banyak orang di perusahaan itu yang tidak suka padanya karena Hyejoong termasuk karyawan yang ‘dimanja’. Namun tidak sedikit yang simpati padanya.

“Lagi-lagi kau terlambat karena namja gila itu?” Kata seseorang bernama Cha Hackyeon

“Dia bukan namja gila Cha Hackyeon !” ucap Hyejoong dengan nada tinggi.

“Bukan? Lalu mengapa dia tinggal di Rumah Sakit Jiwa?”

“Jung Taekwon hanya shock” kata Hyejoong lirih.

“Sudahlah tinggalkan dia dan berkencanlah denganku”

“Sekali lagi kau mengeluarkan kata, sedikit kata, bahkan huruf aku akan menamparmu dan melaporkanmu pada direktur”

Namja bernama Cha Hackyeon itu terdiam.

Menit demi menit berlalu, Hyejoong merasa ada yang tidak benar. Bukan karena Cha Hackyeon yang selalu mengganggunya itu bukan juga masalah rumah. Ada sesuatu mengganjal di hatinya.

Hey Hey Hey AOA
Hey Hey Hey
Brave Sound (Drop it)

(Ponsel Hyejoong berbunyi)

“Yeoboseyo Hyejoong-ssi?” suara tersebut terdengar panik

“Ne? nu…guu?”

“Tae…Taekwon mengamuk !”

[Hyejoong POV]

“Tae…Taekwon mengamuk !”

Aku bergegas lari keluar kantor dan berpesan pada Hackyeon bahwa terjadi sesuatu. Leo, dia mengamuk? Wae? apa alasannya? Apakah dokter mencoba berbicara dengan Leo lagi?

Sesampainya di Rumah Sakit, aku berlari menuju kamar Leo. Aku melihat sebuah kekacauan di sini, seorang suster tersungkur dengan darah yang mengalir di dahinya sedangkan suster yang lain sibuk menenangkan Leo.

“Leo-ah ! Geuman ! Geumanhe !” aku memegang tangannya

“Argggg, Pikyeoohh… Pikyeohh!”

Leo melemparkan tanganku sehingga aku sedikit menjauh darinya. Aku mencoba lagi dan lagi untuk menyadarkan Taekwon.

“Leo-ah, Nan Hyejoong !”

Bukk…

Untuk terakhir kesekian kalinya aku berhasil membuat Taekwon diam. Namun sekarang aku sedang terbaring di lantai, darah keluar dari kepalaku, pendengaranku tak berfungsi, penglihatanku mulai kabur. Kulihat dia sudah tenang dan seorang suster menyuntikkan obat bius padanya, sebelum Taekwon tertidur ia berkata sesuatu.

“Hyejoong-ah mianheh” lalu Taekwon tertidur.

[Author POV]

Kepala yeoja itu dibalut oleh perban, sedikit darah berhasil menembus perban tebal itu. Hyejoong terbaring lemah disebuah ranjang dan seorang namja bermata sipit sedang memandangnya dengan tatapan menyesal.

“Hyejoong-ah, mian ! mianhe !”

“Kajima, mianhe aku tidak melihatmu. Seharusnya aku…aku…”

Mata Hyejoong sedikit demi sedikit terbuka. Ia menatap Leo yang sedang menangis sambil memegang tangannya. Menatap Leo seperti itu membuat Hyejoong bersalah, Hyejoong ingin memanggilnya tapi lidahnya kelu, terlalu lemah. Ia terlalu lemah untuk berbicara setelah operasi 7 jamnya.

“L..ll..”

“Hyejoong ah?” Taekwon memeluk erat Hyejoong.

“Ggwencana, Uljimah”

“Nan yakso, aku berjanji akan mematuhi dokter !”

[Hyejoong POV]

2 Tahun Kemudian ~~

Sejak saat itu Taekwon berperilaku sesuai dengan perkataannya, ia mematuhi dokter dan menjalani perawatannya. Banyak kemajuan yang telah dibuatnya, hal ini membuatku senang namun juga membuatku sangat resah. Kalau-kalau nanti ia ingat yang sebenarnya.

Seperti yang sebelum-sebelumnya aku terus mengunjungi Taekwon di Rumah Sakit dan setiap hari ia selalu mengingat hal sebelum kami kecelakaan.

“Aku rasa aku mengingat sesuatu” Kata Leo lirih

“Apa yang kau ingat hari ini?”

“Saat kau menyembuhkan luka dalam hatiku”

“Mwo? Kapan aku melakukan itu?” aku sedikit khawatir

“Saat kau membuatku tersenyum di sungai han” ia menatapku

“Apakah aku melakukan itu?”

“Tentu saja, hey aku rasa sekarang kau harus menerima perawatan juga”

Taekwon-ahh, andai kau tau apa yang sebenarnya terjadi. Aku tau cepat atau lambat ingatanmu itu akan membuatmu benci padaku. Bukan salahmu jika nanti, suatu saat- kau akan benci padaku.

“Jung Leo-ah, aku akan berangkat berkerja sekarang”

“Ehm, berangkatlah”

[Jung Taekwon POV]

“Ehm, berangkatlah”

Kalian mungkin bertanya mengapa sekarang aku tidak khawatir lagi untuk melihat Hyejoong berangkat berkerja, yah jawabannya adalah ingatan.

Aku mengingat memory dengannya 2 tahun terakhir ini. Bahkan saat dimana Hyejoong menjadi stalkerku untuk membuatku tersenyum. Namun sekarang aku takut untuk mengingat bagaimana kecelakaan itu terjadi, tapi cepat atau lambat aku harus menemukan kebenaran.

“Jung Taekwon-ssi, sekarang kau harus bisa untuk mengingat kenangan terpahitmu, ara?”

“Ne, uisa”

“Kau tau kan seseorang yang hanya mempunyai kenangan baik akan menjadi seorang yang lemah?”

“Ne, Arra. Aku akan menjadi kuat untuk Hyejoong”

“Baiklah, kita akan mulai”

Terapi ini mulai dijalankan oleh dokter. Ia bertanya tentang kecelakaan itu seperti,

Dengan siapa aku di Busan?

Jam berapa saat itu?

Mobil siapa itu?

Apa tujuanku ke Busan?

“Bagus ! kau hampir mengingatnya. Pertanyaan terakhir, apa yang kau lihat saat kecelakaan?”

“Yang kulihat, saat kecelakaan ad..a..la..h”

Tunggu ! yang kulihat saat kecelakaan itu terjadi adalah Hyejoong ! aku mengingatnya sekarang, Hyejoong nugu?

[Hyejoong POV]

“Hyejoong-ssi?”

“Ne manajer?”

“Direktur memanggilmu ke kantornya”

“Oh ne, saya akan segera kesana”

Direktur? Wae? Apakah sesuatu yang salah telah kulakukan? Memang aku pernah berkali-kali terlambat masuk kerja juga cuti tanpa izin, tapi itu 2 tahun lalu ketika keadaan Taekwon masih tidak stabil. Namun sekarang aku tak pernah melanggar apapun.

“Annyeong haseyo, sajangnim” aku menundukkan kepalaku

“Apa kau tau apa kesalahanmu?”

“Animida sajangnim !” aku tetap menunduk

“Yakk!! Tataplah aku ketika berbicara !”

Dia marah. Direktur marah padaku, aishh jinjja.

“Nnnee.. sajjja…ng- KRIS?”

Sajangnim adalah Kris? Dia adalah Kris?

“Ne aku adalah Kris, kau baru menyadarinya setelah bekerja padaku selama 3 tahun ?”

“Keundae, apa yang kau lakukan di sini?”

“Yaak, aku adalah direkturmu. Bukankah pernah aku memberitahumu bahwa aku ini orang kaya?”

“Tapi..”

“Sudahlah, ayo makan siang bersama !”

Kris menarikku untuk makan siang dengannya. Yah dia adalah mantan namja chinguku ketika aku masih berada di sekolah menengah, aneh dia masih mengenalku bahkan sampai hampir 10 tahun kami putus.

“Kris kita akan makan dimana?”

“Yang pasti bukan cafetaria kantor”

“Aish, kenapa kau membawaku keluar kantor huh? Aku tidak bisa menyelesaikan pekerjaanku dan pulang lebih awal”

“Yaa! Apakah kau mau pulang lebih awal karena namja itu?”

“Ottoke arayo?”

“Semua teman kita juga tau, apakah kau tidak lelah menjadi orang lain?”

Hey Hey Hey AOA
Hey Hey Hey
Brave Sound (Drop it)

“Yeoboseyo?”

“Hyejoong-ssi aku ingin bertemu denganmu sekarang!”

Taekwon memanggilku, apakah terjadi sesuatu padanya? Atau dia frustasi lagi karena tidak bisa mengingat memorynya denganku?

“Kris-ah, mian tapi bisakah kau antarkan aku ke Rumah Sakit sekarang? Aku janji aku akan makan siang denganmu lain kali”

“Baiklah karena kau sudah berjanji”

[Taekwon POV]

Aku tidak bisa tenang sekarang, aku benar-benar ingin ‘meledak’. Mengapa dia melakukan ini padaku? Apa yang dia rencanakan? Bagaimana ini bisa terjadi? Apakah dia seorang penipu?

“Jung Leo-ah ada app..”

Ketika dia datang aku langsung mencengkram kerah bajunya, kucoba membaca apa yang ada dipikirannya sehingga ia melakukan ini padaku. Ia menatapku memohon agar tidak melakukan ini, namun kemarahan dalam hatiku tidak bisa mereda.

“Kau sudah ingat semuanya Taekwon-ssi! Aku akan menjelaskan semua padamu”

“Mwo?”

[Author POV]

Namja dan Yeoja itu duduk dibangku sebuah taman dekat rumah sakit, ia sengaja untuk membawa Taekwon kesana agar tidak ada seorangpun yang melihat mereka atau mendengarkan mereka.

“Aku tak tau harus mulai dari mana” Ia menundukkan kepalanya

“Langsung pada intinya” ucap Taekwon dingin

“Baiklah, memang benar bahwa Hyejoong telah mati karena melindungimu saat kecelakaan seperti pada ingatanmu”

Taekwon seketika menoleh pada yeoja yang kepalanya menunduk itu, dia membelalakkan matanya tak percaya.

“Kau mungkin bertanya siapa aku ini. Aku adalah Hyoyoung, Shin Hyoyoung. Saudara kembar dari kekasihmu Shin Hyejoong ” ia mulai menitikkan air matanya

“Uljimaaa! Jelaskan padaku semuanya !” bentak Leo

“Aku datang padamu karena aku kasian padamu yang tak bisa melupakan kakakku, aku memutuskan untuk mengganti identitasku menjadi Hyejoong dan meninggalkan kehidupanku” Ia mengambil nafas berat

“Kakakku mengatakan semuanya padaku tentang kalian. Bagaimana ia tertarik padamu, kapan kau berulang tahun, bahkan ciuman kalian aku tau” Hyoyoung melanjutkan

“Hanya mendengar itu aku mulai suka padamu, namun aku sadar bahwa itu tak mungkin tapi ketika kakak meninggal, aku berharap bahwa aku bisa menggantikan tempatnya. Tapi ternyata tidak bisa”

“Pergi, Pergi dari hadapanku! Kau tidak akan bisa menggantikan tempatnya !”

Taekwon meninggalkan Hyoyoung yang menangis sendiri di taman. Ia terbakar amarah karena kebohongan yang ia terima selama ini. Sedangkan di sisi lain seorang namja tinggi berambut blonde sedang mengamati Hyoyoung yang menangis. Ia memutuskan untuk menuju Hyoyoung ketika Taekwon sudah cukup jauh.

[Kris POV]

“Pergi, Pergi dari hadapanku! Kau tidak akan bisa menggantikan tempatnya !”

“Baguslah aku yang akan merebut tempatmu” ucapku pada diriku sendiri.

Hyoyoung. Dia sedang tersakiti karena namja yang tak bertanggung jawab itu, dia membuat Hyoyoungku menangis. Aku tidak akan pernah melepaskannya. Cheoltero (tidak akan pernah) !

“Hyoyoung-ah, uljima. Kau masih punya aku, jangan menangis lagi” aku memeluknya erat.

“Kris…Kris, wae wae?”

“Ssstt.. Uljima!”

[Author POV]

3 bulan kemudian ~~

Setelah kebenaran terungkap, keadaan Taekwon semakin membaik. Hari ini dia diperbolehkan untuk pulang, namun tersimpan jauh di dalam hatinya ia merasa sakit yang amat sangat.

“Jung Taekwon-ssi kau boleh pulang sekarang dan ini titipan dari nona Hyejoong”

Perawat itu menyodorkan sebuah surat berwarna hijau dengan lambang semanggi di tengahnya. Taekwon agak ragu untuk menerimanya, namun tangannya dengan tidak ragu mengambil surat tersebut.

[Taekwon POV]

Ini, surat dari Hyejoong. Ani dia bukan Hyejoong. Apakah aku harus membukanya? Namun jika aku membukanya, bisa jadi aku akan langsung marah di sini. Tapi jika aku tidak membukanya mungkin aku akan melewatkan sesuatu yang penting.

“Baiklah Jung Taekwon, kau hanya membukanya sebentar”

Annyeong Leo,

Ah, aku tau tidak pantas memanggilmu dengan itu Taekwon-ssi

Oremanida (lama tidak bertemu).

Aku yakin kabarmu sudah baik ketika kau membaca surat ini,

Mian aku hanya bisa menulis surat untukmu mengingat betapa marahnya kau tentang kebohonganku.

Aku hanya ingin meminta maaf melalui surat ini, karena sudah membuatmu merasa dibohongi. Dan juga aku ingin memberitahumu bahwa kau harus mencari yeoja lain untuk melupakan kakakku, karena aku yakin kakakku ingin kau melupakannya.

Sebagai salam terakhir, aku mengabulkan permintaanmu.

Aku akan pergi dari hidupmu, aku akan pergi selamanya.

Hiduplah dengan baik dan makanlah dengan baik.

Shin Hyoyoung,

“Mwoya? Kenapa dia benar-benar pergi?”

[Hyoyoung POV]

Sudah sebulan aku meninggalkan Korea. Yah setelah Leo mengatakan itu, aku rasa aku benar-benar tidak bisa hidup di sisinya. Dan mulai sekarang aku tidak bisa untuk memikirkannya lagi karena di sinilah aku, Kanada bersama Kris.

“Chagiyaa! Hyoyoung-ah !”

“Mwo?”

“Gwenchana? Kau tidak memikirkannya lagi kan?”

“Ani, aku berpikir tentangmu”

“Jinjja? Apa itu?”

“Rahasia! It’s secret”

“Yaa! Beritahu aku ppalii !”

“Aniyo”

Jika kalian menyangka aku sudah menikah dengan Kris, itu salah. Aku belum mempunyai ikatan apapun dengannya, juga aku tidak tau bagaimana perasaanku yang sesungguhnya pada Kris. Aku masih belum bisa melupakan semuanya.

Prolog

[Taekwoon POV]

Nappeun yeoja ! kau benar-benar meninggalkanku setelah kau membuatku jatuh padamu? kau sungguh nappeun yeoja. Tunggu dan lihatlah apa yang akan kulakukan jika aku menemukanmu. SHIN HYOYOUNG !

______________________________________________________

Other FF :

The Wizard Spell

Break Down

Overdose (Behind Our Pain)

3 thoughts on “[FF-Romance One Shoot] Let This Die (Our Story)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s